Arsip | Pendidikan RSS for this section

POLITIK, ANTARA STRATEGI DAN KARAMPUT

ngapusi-bohongTahun Politik sepertinya akan diwarnai pandangan dan cibir yang menyatakan bahwa politik sama dengan Karamput. Kosakata yang sama dalam bahasa Jawa adalah Ngapusi atau Tipu-tipu. Sangatlah sulit untuk meyakinkan lawan bicara yang memandang bahwa “politik adalah Karamput” dengan pemahaman bahwa politik itu sama sekali bukan Karamput. Akhirnya, dengan berbagai argumentasi dan analogi, biasanya pembicaraan berakhir dengan pernyataan dari lawan bicara berbunyi: “Ya, politik memang bukan Karamput”. Meskipun demikian, saya tetap tidak yakin lawan bicara saya tadi sudah benar-benar yakin bahwa politik bukanlah Karamput atau tipu-tipu…….

Karamput atau bukan?

Harus diakui bahwa politik di sekitar kita memang identik dengan Karamput atau bohong. Bahkan politik dan Karamput sudah sangat sulit dibedakan.

Harus diakui, argumentasi lawan bicara saya yang memperkuat pernyataannya dengan mengemukakan argumentasi faktual bahwa hampir semua politikus di Barito Timur ini adalah pangaramput, memang cukup berdasar. Tetapi saya jelas menolak keras jika atas dasar itu maka pernyataan bahwa politik adalah karamput jadi benar dan sah adanya.

Praktik politik yang kotor di sekitar kita bukan terjadi karena politik itu kotor, tetapi karena pelaku politiknya yang kotor. Bukan ilmu politiknya yang salah, melainkan (moralitas) orang yang mempraktikkan ilmu politik itulah yang keliru.

Politik sebagai ilmu tidak beda dengan ilmu lainnya. Mengutip kalimat bijak Soeharto, mantan “Boss Orde Baru” yang mengatakan bahwa “Ilmu itu ibarat sebilah pedang yang baik atau buruk kegunaannya tergantung kepada orang yang menggunakannya”.

Makanya sudah lama ada Fakultas Ilmu Politik. Jika politik sama dengan Karamput dan politik itu (memang) kotor, kenapa tidak ada Fakultas Ilmu Karamput ? Kenapa ada gelar SIP atau S.Sos dan kenapa tidak ada gelar S.I.Kar. untuk Sarjana Ilmu Karamput ?

Ketika orang mengatakan bahwa hampir semua janji politik di Bartim selama ini adalah janji karamput, saya mengakui hal itu benar. Masalahnya, kenapa kita sampai “kemasukan” janji karamput ? Menurut saya, itu karena kesalahan kita juga. Kenapa kita tidak mampu mendeteksi sejak dini bahwa janji itu merujuk dengan kuat sebagai sebuah karamput semata ?

Politik itu strategi. Saya kemukakan satu contoh. Jika di satu ruas jalan, di sebelah kiri jalan adalah kawasan memancing yang “mamatuk” dan ketika saya memancing saya parkir motor saya di sebelah kanan, maka itu adalah strategi saya. Jika orang terpengaruh dengan parkir motor di sebelah kanan lalu memancing ke arah sisi kanan jalan, maka orang itu hanyalah korban dari strategi saya. Di titik ini saya tidak bakaramput. Jika di parkir motor saya di sisi kanan itu saya pasang tulisan “Silahkan Mancing Ke Kanan” untuk membuat orang-orang salah sarah, maka perbuatan saya itu adalah perbuatan bakaramput.

Saya kemukakan analogi lain. Dua orang laki-laki miskin sedang merayu seorang perempuan. Ketika sang perempuan mengatakan ingin punya rumah mewah, laki-laki pertama menjawab, “Saya akan buatkan rumah mewah untukmu”. Untuk impian memiliki mobil mewah jawabnya, “Saya akan belikan mobil mewah untukmu”. Untuk impian memiliki emas permata berlimpah jawabnya, “Saya akan belikan emas permata berlimpah untukmu”. Laki-laki kedua menjawab semua pertanyaan, keinginan dan impian sang perempuan dengan kalimat, “Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk memenuhinya”.

Bisakah anda membedakan laki-laki mana yang memainkan strategi dan laki-laki mana yang memainkan karamput ?

Seringkali saya mendengar ketika seseorang dibohongi atau ditipu oleh seseorang, muncul kalimat, “Ah, dipolitikinya lagi aku ni…”. Itu memang membuat arti bahwa kata “dipolitikinya” sama dengan “dikaramputinya” yang berarti bahwa kata dasar “politik” dan kata dasar “karamput” tidak berbeda arti. Anda harus mengerti bahwa politik itu bukan karamput. Yang bakaramput adalah orangnya, bukan politiknya.

ABBY NIRWASITA FANANI

Saya mengira bahwa kata Abby berasal dari bahasa Arab seperti Aba yang artinya Bapak. Ternyata Abby adalah kosakata atau vocabulary dari bahasa Inggris (English) yang memiliki arti anak (kesayangan bapak). Setelah mengetahui itu saya mantapkan hati untuk memberi nama anak saya yang lahir pada hari Selasa (rabu pahing) tanggal 26 Juni 2012 pk. 22.57 WIB melalui bedah SC ( Seksio Sesarea: English) atau lebih dikenal Bedah Sesar dalam Bahasa Indonesia. Bedah caesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena berisiko kepada komplikasi medis lainnya. Sebuah prosedur persalinan dengan pembedahan umumnya dilakukan oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungananakanastesi serta bidan. Istri saya harus melahirkan dengan sesar karena jalan keluar bayi melalui vagina tertutup oleh plasenta (Plasenta Previa). Jika saja tetap memaksakan untuk melahirkan secara normal akan berakibat perdarahan hebat pada sang ibu.

Operasi bedah sesar memungkinkan untuk orang tua memilih hari dan tanggal berapa bayi akan dilahirkan. Saya menilih tanggal 30 Juni 2012 (Sabtu Kliwon) tetapi ternyata pada tanggal itu dr. Thomas Hadipurnama S.Pog, dokter spesialis kandungan di RSUD Buntok, akan menghadiri seminar dokter kandungan di Bali. Jadi, tanggal di paragraf 1 sebagai pilihan kami berikutnya. Apa istimewanya hari itu? Menurut orang tua Rabu Pahing adalah hari penuh berkah. Anak saya Kinasih Dita Prihastuti, kakaknya Abby, lahir pada weton yang sama. Rabu Pahing berjumlah 16, angka yang tinggi untuk ukuran rezeki sehingga saya orang tua berharap weton anak saya Abby lebih tinggi dari Dita atau sama tetapi jangan sampai dibawahnya. Biar tidak mengurangi rezeki itu kata para orang tua 🙂

Nirwasita berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pemberani. Baca Selengkapnya..

MEMBUAT CCTV DARI WEBCAM

Membeli CCTV? Masih mahal!! Karena kewaspadaan terhadap lingkungan itu sangat perlu, saya mencoba membuat CCTV dengan Webcam merek M-Tech seharga 45-ribu. Karena jarak antara pintu teras dengan Komputer PC sekitar 8 meter, saya memerlukan 2 buah kabel USB extender lagi. Yang perlu diingat, panjang kabel jangan melebihi 10 meter. Jika lebih daripada itu, biasanya USB  tidak akan mendeteksi hardware yang dipasang.

Saya mencobanya dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Sambungkan kabel USB. Dengan tambahan kabel Webcam, maka panjang kabel USB menjadi 9 meter.
  2. Gunakan Webcam-Xp 5 atau Webcam-7 sebagai software. Untuk percobaan jangan dulu menggunakan yang privat atau pro. Cukup dengan yang gratisan saja. Software dapat didonlot disini.
  3. Sesudah dilakukan instalasi, jalankan aplikasi . Klik kanan pada gambar di aplikasi, klik PCI/USB dan pilih USB.
  4. Jika pilihan USB tidak ada, berarti webcam tidak terdeteksi oleh USB. Langkah berikutnya silahkan masuk ke setting bios dengan cara merestart komputer.
  5. Rubah setting USB 2.0 menjadi disable. Karena kabel terlalu panjang, biasanya USB 2.0 tidak dapat mendeteksi hardware.
  6. Jika selesai, silahkan jalankan kembali aplikasi webcam-Xp.
  7. Inilah hasil bidikan webcame M-Tech 1,3.

 

Tempatkan webcam ditempat yg terlihat. Secara psikologi, orang yang akan berbuat jahat ketika melihat kamera pengawas, berpotensi besar untuk tidak jadi berbuat jahat karena merasa ada seseorang yg mengawasi meskipun pada saat itu webcam sedang mati. 🙂

OVERLOAD!

Bagaimana jika seorang guru mengajar sebanyak 28 jam setiap minggunya?

Kelebihan Beban Mengajar

Tidak wajar dan terlalu berlebihan adalah jawaban dari Bapak Kepala sekolah tempat Bejo mengajar. “Overload!,” kata Kepala Sekolah entah mengambil istilah dari mana. Entah mengapa, ternyata Bapak kepala Sekolah tidak mengetahui bahwa selama ini Bejo mendapat jatah mengajar sebanyak 28 jam pelajaran. Bejo menangani 10 kelas yang masing-masing terdiri dari 30 orang peserta didik, sehingga jumlah keseluruhan peserta didik yang mendapat pengawasan adalah 300 orang.

“Maaf, selama ini saya mengira Pak Bejo mengajar 22 jam. Dan setelah mendapat laporan dari bidang pengajaran, saya minta jam mengajar Pak Bejo dikurangi 6 jam,” Pak Kepala memberi  instruksi langsung kepada bagian pengajaran pagi tadi. “Kenapa Pak Bejo tidak pernah mengeluh selama ini?” tanya Kepala Sekolah langsung pada Bejo. Baca Selengkapnya..

Perintah Kyai

Bejo sedang mengikuti kontes Fiksi mini yang diadakan oleh Mbak Winda. Apakah Fiksi mini termasuk karya sastra? Bejo ndak bisa njawab. Waktu kuliah di Fakultas Sastra dulu, Bejo sangat yakin kalo dosennya ndak pernah ngasih kuliah tentang itu. Atau Bejo ketiduran ya? “Ah ndak, memang rasanya ndak ada mata kuliah Fini, Fikmin, Sini, Fimi, atau apapun singkatannya.

Tapi dari blognya Mbak yang satu ini, Bejo baru tahu kalo ada karya cerita fiksi semini itu. Apa Mbak Winda suka pake mini ya? Halah… Bejo mulai ngawur. Tapi dari referensi Pak Akhta Sarjana Sastra yang menuliskan kaidah tulisan fiksi di Forum Borneo, fiksi yang baik harus menyertakan karakter, plot, dan setting.

Mungkin jaman sudah berubah dan sekarang kaidah penulisan fiksi telah berubah pula. Yang penting sekarang Bejo mau coba bikin fiksi mini dan diikutkan kontesnya Mbak Winda di http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/wi3nda semoga Bejo beruntung lagi. Ini karya Bejo yang diberi judul “Perintah Kyai”. Selamat menikmati cerita fiksi dibawah ini.

Aku sedang mengikuti jejak telapak kaki burung yang sedang terbang dan semoga kutemukan Tuhanku. Itu perintah kyai setelah dia mati.

Mbak Win, tolong dimenangkan ya. Susah lho bikin fiksi mini kayak diatas! Jumlah huruf dan tanda bacanya cuma 131 kok, gak usah dicek. Percaya aja deh! Tujuan fiksi adalah menghibur pembaca. Apakah anda terhibur dengan karya Bejo?

Hasil SEO SMA Kalimantan Tengah

Pada hari ini tanggal 14 Februari 2010 diumumkan siapakah yang menjadi pemenang kontes SEO dengan kata kunci SMA Kalimantan Tengah oleh admin sekaligus juri SMAN 1 Dusun Tengah. Kontes ini bersifat tertutup hanya untuk Komunitas Jurnalis Anak Ampah atau lebih dikenal dengan Komunitas JanaH. Pihak penyelenggara berniat untuk memberikan pelajaran bagi Komunitas JanaH tentang SEO dan bagaimana cara meningkatkat peringkat di SEO Google. Baca Selengkapnya..

Kedewasaan Berpolitik dan Berpendidikan

Haji Agus Salim

Dalam sebuah rapat Sarekat Islam, almarhum KH. Agus Salim pernah saling mengejek dengan Muso tokoh penting dari Partai Komunis Indonesia. Ketika Muso berada diatas podium, dia bertanya kepada hadirin, “Saudara-saudara, orang yang berjanggut itu seperti apa?” Hadirin menjawab, “Kambing!” Muso bertanya kembali, “Lalu, orang yang berkumis itu seperti apa?” Hadirin menjawab, “Kucing!”

Setelah turun podium, Agus Salim berpidato. “Saudara-saudara, orang yang tidak berjanggut dan tidak berkumis itu seperti apa?” Hadirin serentak menjawab, “Anjing!” Haji Agus Salim kemudian tersenyum dan meneruskan pidatonya.<!–baca selengkapnya

Indonesia Senior High School

SMA (Sekolah Menengah Atas) is the name used in some parts of Indoneasian to describe an institution that provides all or part of “senior high school” education. The term “high school” refers to secondary and third school from years 7 to 12 for the young age 12 t0 15. Some of country define high school as secondary schools begin at Year 8 instead. Unlike most of the other countries, such as Asian and American education systems, there is no concept of a separate institution between elementary and high school.

High schools are split into the “junior” years (7-9) and the “senior” years (10-12). The junior high school, known locally as Sekolah Menengah Pertama or abbreviated by SMP, and the other part which is senior high school, known locally as Sekolah Menengah Atas and in other terms, Sekolah Menengah Umum which abbreviated as SMA and SMU. There is also one institution similar to SMA, but they were focusing on one specific career major which is known as Sekolah Menengah Kejuruan or SMK. Unfortunately, citizens of Indonesia currently looking down of SMK graduates and they were not preferable to be attended by students. Junior high is a must for all citizens of Indonesia while Senior high is not a must as Indonesia currently applying nine years of study to all citizens. It is managed by the Department of Education in Indonesia and stated in the Indonesia constitution where every citizens have the right to study. Graduate students from SMP and SMA or SMU and also SMK are achieving different educational certificate. All students of Indonesian high school must passed in the National Examination held by government. Students have the choice to leave school at year 12 or at ages 17 to 19, or continue through Year 12. All students finish years 12 in order to align with university requirements.

Lab School Kebayoran Jakarta

SMAN 8 Jakarta

SMAN 70 Jakarta

SMA Al-Ijhar Jakarta

SMA Taruna Nusantara

SMAN 5 Surabaya

SMAN 18 Surabaya

SMA Trimurti Surabaya

SMAN 1 Yoyakarta

SMAN 3 Yogyakarta

SMA Pangkalanbun

SMAN 1 Dusun Tengah Kalimantan Tengah

SMA KALIMANTAN TENGAH

Masa-masa SMA adalah masa yang paling indah. Begitu kata banyak orang termasuk yang dirasakan oleh Bejo. Pada masa sekolah SMA, Bejo memang tidak berprestasi dibidang akademik. Namun dia jago berorganisasi hingga mimpin OSIS dan Pramuka. Bejo juga jago main Bola Volley. Setiap pertandingan persahabatan melawan sekolah lain dia selalu jadi spiker andalan karena loncatannya yang tinggi hingga kepalanya mampu melewati batas tertinggi net 2 meter lebih padahal tingginya hanya 172 cm. Untuk urusan organisasi Bejo sangat kritis menulis dan mengkritisi kebijakan sekolah sampai-sampai Bejo berurusan dengan Wakasek Kesiswaan karena menurut Bejo Keuangan OSIS yang dikelola Wakasek tidak transparan dan cenderung hilang entah kemana. Tapi Bejo juga jago tawuran. Setiap ada perkelahian Bejo selalu terlibat. Bejo sangat ditakuti bukan karena jago berantem, tetapi rumah Bejo yang sangat dekat dengan sekolahan  memudahkan dia memobilisasi kawan-kawannya sekampung untuk membantu dia. Jelas aja Bejo selalu menang. Itulah gambaran prestasi dan kenakalan Bejo di masa SMA tahun 90an. Kenakalan remaja pada masa itu memang banyak didominasi oleh tawuran. Baca Selengkapnya..

Belajar Bahasa Inggris tanpa Grammar

DSC00018

Lab Bahasa SMPN 1 Ds. Tengah

Sering kali belajar Bahasa Inggris sangat membosankan. Pelajaran tentang grammar adalah materi yang sangat membingungkan bagi saya ketika belajar bahasa inggris. Karena membingungkan, itulah sebabnya saya mengatakan membosankan. Saya benar-benar paham dan mengerti tentang grammar ketika mulai mengajar Bahasa Inggris karena setiap hari harus mempelajari itu sebelum disajikan pada peserta didik. Berbeda saat belajar, mengajar grammar sangat menyenangkan karena mudah. Materinya hanya itu-itu saja dan yang penting sudah sangat dikuasai karena selalu diulang-ulang. Makanya jika guru selalu mengajar grammar berarti dia mau enaknya sendiri. Sangat bertolak belakang. Peserta didik merasa bosan sedangkan guru merasa senang. Baca Selengkapnya..

Guru Nongkrong di Facebook

Facebook

Ini adalah sebuah ajakan untuk para guru agar mengenal Facebook dan memiliki akun jejaring sosial ini. Tujuan saya mengajak Para Guru Nongkrong di Facebook karena melihat perkembangan situs ini sangat pesat. Menurut Wikipedia Ensiklopedia Bebas dari bulan September 2006 hingga September 2007 situs ini naik dari peringkat 60 menjadi peringkat 7 situs yang paling banyak dikunjungi. Data terbaru tahun 2009 belum ada yang merilis, namun bisa dipastikan bahwa peringkat tidak akan menurun melihat bahwa perkembangan situs ini sudah sampai kalangan yang awalnya tidak mengerti sama sekali tentang teknologi komunikasi melalui internet.

Kini jejaring sosial ini makin merambah pada siswa-siswi sekolah di negeri kita. Teknologi yang semakin mendukung dan mempermudah akses internet melalui Handphone makin memperkaya pemilik situs ini yang konon mencapai 300juta USD pada tahun 2008 sehingga sudah saatnya para guru mengikuti pula perkembangan siswa-siswinya di Facebook. Pada kenyataannya Facebook tidak terlalu menerapkan sensor gambar dan kata-kata yang dipegang oleh masyarakat timur. Foto yang menunjukkan bagian-bagian yang tidak perlu dipertontonkan dapat dengan mudah ditemui, apalagi beberapa negara ada perbedaan batasan pornografi sehingga batasan porno bagi orang timur seringkali tidak dianggap porno oleh pengelola FB yang berasal dari Amerika Serikat. Sebagai masukan, kata-kata yang digunakan tidak pernah mendapat sensor meskipun berbau SARA dan porno. Semua hanya bergantung pada moral para pemilik akun untuk membatasi dirinya untuk tidak meng-upload gambar atau menulis kotor.

Peran guru sangat diperlukan untuk memberikan kontrol dan pendidikan bagi siswa-siswinya dimanapun mereka berada. Kalo melihat apa yang ditulis oleh anggota Facebook sangatlah beragam. Namun para guru dapat memberikan bimbingan dan arahan bagaimana menulis yang bermanfaat untuk kawan atau orang lain, tidak menuliskan sesuatu yang tidak berguna atau bahkan porno. Hal ini merupakan penerapan hasil KBM disekolah dalam kehidupan nyata dan kontrol/penilaian langsung kepada siswa.

Kita tidak ingin siswa-siswi kita terjerumus pada gosip, fitnah, dan konflik yang terjadi akibat persepsi dari suatu tulisan.

Langkah pertama, para guru harus memiliki akun Facebook. Kemudian cari siswa-siswi anda melalui menu “cari orang” dengan menuliskan nama siswa-siswi yang menurut insting anda tergabung di FB. Bila menemukan, tambahkan mereka pada daftar teman anda. Bila kita menemukan salah satu siswa-siswi kita maka kita sudah memasuki jaringan kawan-kawan mereka, tinggal kita menambahkan semua siswa yg kita kenal sebagai teman. Langkah berikutnya bersahabatlah dengan siswa-siswi anda dengan memberikan komentar pada tulisan mereka dan mulailah memberikan contoh menulis yang baik. Selanjutnya bergantung pada daya kreatif dan inovasi anda memberikan KBM memanfaatkan fasilitas yang Facebook berikan. Jika anda dapat membaca tulisan saya disini, maka saya yakin anda tidak akan menemukan kesulitan memasuki jaring sosial Facebook. Selamat mencoba dan berkarya dan selamat bergabung dengan Facebook.

Guru Berprestasi

Membaca judulnya akan membawa kita pada sosok seseorang yang mengabdi pada dunia pendidikan, berdedikasi pada profesinya, memiliki pengetahuan yg luas, intelek, sabar, dan waras. Dari semua kategori itu saya yakin banyak sekali guru yang memilikinya, kecuali saya, sehingga perlu diadakan pemilihan Guru Berprestasi di Palangkaraya saat ini. Entah mengapa saya masih melihat ajang pemilihan itu hanya untuk guru PNS, tidak untuk guru-guru non PNS meskipun mendapat predikat “guru” tapi mereka tidak masuk dalam masyarakat yang “patut” mendapat penghargaan dalam ajang tersebut.

Saya pernah mendapat keluh kesah dari seorang kawan yang pernah mengikuti ajang tersebut. Tanpa perlu saya sebutkan namanya, dia mengatakan kecewa karena salah satu peserta yang menurut dia tidak “kualified” terpilih sebagai Guru Berprestasi tingkat Propinsi Kalteng. Ternyata tidak hanya dewan juri yang mampu menilai prestasi seseorang. Saking pinternya para peserta, mereka bisa menilai peserta lain apakah masuk dalam kategori juara atau tidak. Entah faktanya darimana, dia menyebutkan bahwa sebelum acara pemilihan usai sebenarnya telah ada nama “pemenang” di meja panitia untuk dikirim ke Jakarta mengikuti ajang yang lebih tinggi. Dia kecewa karena tidak terpilih atau memiliki bukti ketidak fairnya ajang tersebut, saya tidak tahu pasti.

Pagi ini, saya ditelpon oleh kawan yang kebetulan sedang mengikuti ajang tersebut. Sebelum beliau berangkat mengikuti acara itu, saya dan beliau kasak-kusuk tentang isu tiket ke Jakarta yang sudah disediakan oleh panitia atas nama seorang peserta. Sehingga tanpa sadar saya pun melemahkan semangat beliau dan kawan lainnya yang kebetulan juga ikut ajang. Dalam pembicaraan kami lewat telpon, beliau penuh semangat dan sangat gembira karena telah menyampaikan keluhan atas isu tersebut kepada dewan juri pada saat sesi wawancara. Sebelum berangkat beliau merasa pesimis meraih prestasi terbaik dalam ajang meskipun saya sangat yakin kalau beliau patut diperhitungkan menjadi Guru Berprestasi. Saat ini saya mendengar keoptimisan beliau karena janji dewan juri untuk memeriksa keluhan tersebut. Semoga bukan sandiwara dan jangan sampai menambah kekomplekan masalah di pendidikan.

Daftar Pemilih yang Terlupakan (DPT)

Pemilu legislatif telah usai dan berjalan lancar. Kisruh DPT tampaknya menjadi perbincangan hangat bagi pimpinan parpol yang kurang mendapat hasil yang diharapkan. Megawati, Wiranto, Prabowo dan banyak caleg yang mendapat suara yang jauh dari harapan ramai-ramai memperbincangkan kekacauan DPT seolah-olah hal itu adalah kagagalan pemilu 2009. Bahkan Gus Dur menyerukan pada pemerintah untuk melaksanakan pemilu ulang. Jauh sebelum pemilu digelar, DPT tampaknya sudah dapat diprediksi bakal kacau. Perdebatan antar parpol sebelum pemilu yang digelar oleh banyak stasiun tv tentang tidak validnya DPT tak juga membuat kekisruan  saat pemilu tidak terjadi. Lalu mengapa sampai terjadi kisruh DPT?

Banyak pihak yang harus bertanggung jawab terhadap DPT. Seingat saya pemilu 2004 petugas KPU beberapa bulan sebelum pemilu menurunkan tim yang mendata para calon pemilih yang kemudian ditetapkan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Yang tidak masuk dalam DPS dapat melapor pada petugas (biasanya ketua RT) kemudian diusulkan kepada petugas KPU. Untuk pemilu sekarang, DPR adalah lembaga yang paling bersalah karena melahirkan UU no 10 th 2008 yang penyelesaiannya molor / mepet dari jadwal pemilu. Dalam UU tersebut juga dijelaskan bahwa sumber data pemilih harus menggunakan data kependudukan dari pemda setempat yang tentunya membuat pemda ikut terlibat dan bertanggung jawab terhadap DPT apalagi kalo sistim administrasi kependudukannya kacau.Dan lagi, petugas KPU didaerah  mengeluh karena pemda sangat terlambat menyerahkan data.Perlu diketahui, aparat KPU didaerah, menurut UU diatas, dibentuk 6 bulan sebelum pemilu. Jadi update data daftar pemilih sangat mepet waktu pemilu. Seingat saya, parpol banyak yang membahas tentang DPT pada 2 atau 3 minggu sebelum pelaksanaan pemilu.

Menurut wawasan saya, kekacauan DPT tidak dapat dikatagorikan sebagai pelanggaran pidana yang dilakukan KPU dan diancam dengan hukuman 24 bulan penjara sebab semua pihak kususnya parpol yang paling berkepentingan terhadap hasil suara telah setuju dengan DPT yang dikeluarkan oleh KPU dan disebar pada setiap parpol. Ketika dalam bentuk DPS tidak ada partai yang sungguh-sungguh membela kepentingan para pemilih yang tidak terdaftar. Seperti contoh, saya baru tahu kalau terdaftar dalam DPT hanya sehari menjelang pemilu.Tetangga saya satu RT ada 16 orang yang tidak terdaftar. Mereka tidak tahu kalo tidak terdaftar dalam DPT padahal kalau mereka diperjuangkan oleh parpol yang telah mengetahui DPS beberapa minggu sebelum mereka memilih yang untung pasti parpol dan calegnya juga.Parpol lupa bahwa Daftar Pemilih yang Terlupakan (DPT) adalah aset bagi suara mereka dan para calegnya.

Jadi, iklan untuk tidak golput oleh pemerintah ternyata digagalkan oleh DPR, Pemda, dan Parpol. Salut untuk KPU yang sukses melaksanakan pemilu. Bravo KPU!!! Eh….. KPU itu pemerintah atau bukan ya?

Guru Profesional

Membaca tulisan guru ngeblog saya, “Guru tidak profesional” di http://www.budies.co.nr saya ingat pernah ditanya dosen saya tentang arti profesional. Saya ndak bisa njawab. Profesional kata dosen saya apabila:

  1. Memiliki ijazah / sertifikat profesional dengan mengikuti praktikum dan ujian profesi dibuktikan dengan adanya nilai akademik praktikum.
  2. Bekerja dengan baik dan bertanggung jawab pada disiplin ilmu yang sesuai dengan ijazah / sertifikat profesinya.
  3. Tidak bekerja pada bidang diluar disiplin ilmunya.

Jika memenuhi ketiga hal diatas, maka seseorang berhak menerima tunjangan profesi seperti yg dijelaskan dalam Undang-undang no 14 th 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 15 ayat 1. Jelasnya adalah, seseorang yang menerima tunjangan profesi dia disebut tenaga profesional.

Jadi, sebutan profesional bukan untuk dijadikan bahan untuk berbangga diri namun gelar itu sebagai reward atas sertifikat dan pekerjaan yang telah dilaksanakan. Juga bukan pula sebagai pengelompokan bidang pekerjaan. Sudah sepantasnya seseorang dihargai atas pekerjaan dengan memberikan gaji dan tunjangan-tunjangan.

Yang sudah dapat tunjangan profesi jangan merasa besar kepala karena disebut profesional dan anda tetap tidak berhak menilai pekerjaan seseorang dikerjakan secara profesional atau tidak. Anda harus bersukur karena dapat uang lebih.  Tunjangan profesi ibarat dapat durian jatuh. Melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya adalah kewajiban kita semua yang telah mendapatkan tugas. Kita patut berterima kasih pada penggagas tunjangan profesi yang berfikir bagaimana agar guru dan dosen gajinya tidak seperti Umar Bakri. Jasa merekalah yang telah mengangkat kehidupan ekonomi guru menjadi baik.

Bekerjalah sebaik-baiknya. Jangan menilai pekerjaan orang lain kalo itu bukan kewenangan anda. Jangan iri pada orang yang dapat durian jatuh. Karena rejeki adalah urusan Tuhan dan jangan mengurusi urusannya Tuhan. Lihatlah tawa anak-anak didik anda. Apakah itu belum cukup menghibur anda.

Umar Bakri is death

miringPagi tadi pukul 09.00  karena lepas tugas mengajar saya mempunyai kesempatan menjemput anak saya pulang sekolah. Anak saya baru kelas 2 di SDN Ampah 3 Kab. Barito Timur. Biasanya dia pulang berjalan kaki karena kami orang tuanya bekerja pada jam-jam itu. Dulu kabarnya sekolah itu adalah sekolah favorit. Itulah sebabnya dia saya titipkan untuk belajar disitu. Kenyataan sekarang ini sungguh berbeda. Saya hampir tidak pernah melihat sekolah itu mengadakan upacara bendera sampai saya tidak tahu apakah anak saya punya topi apa tidak. Jam pulangnya pun tidak pasti, seringkali anak-anak pulang lebih dahulu karena gurunya hendak kepasar. Awal semester lalu saya sempat kaget ketika mengangkat tas sekolah anak saya yang meratnya naudzubillah sanggup mematahkan pinggang orang yang sakit encok. Saya lihat semua buku dibawanya karena menurut penuturannya gurunya tidak memberi jadwal pelajaran maka pada saat itu kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah 3 minggu berjalan. Saya datangi sekolah dan menanyakan jadwal mata pelajarannya yang pada saat itu juga secara sepontan dibuatlah jadwal dihadapan saya oleh wali kelasnya. Baca Selengkapnya..

Belajar Bahasa Inggris

Mr. AkhtaBelajar bahasa inggris harus dimulai dengan niat. Biasanya, niat yang kuat menimbulkan semangat. Sekarang ini banyak buku yang mengupas tentang tata bahasa inggris (grammar) yang penyajiannya dapat dipahami dengan mudah.

Persoalan yang sering dihadapi oleh orang yang belajar bahasa inggris mandiri adalah praktek berbicara. Mereka tidak memiliki partner untuk melatih percakapan sehingga mereka sering kali tidak pede ketika diminta untuk speak in English. Padahal pengetahuan grammar dan kosa katanya udah lebih dari cukup.

Beberapa tips berikut ini untuk mereka yang belajar bahasa inggris secara mandiri:

  • Perbanyaklah kosa kata (vocab) dengan banyak membuka kamus. Sering membuka postingan dalam bahasa inggris membuat anda banyak menemukan kosa kata baru, catat dan hapalkan kosa kata tersebut dengan cara membaca berulang-ulang postingan itu sampai anda benar-benar mengerti. Agar tagihan internet tidak melonjak, jangan lupa postingan tersebut diprint saja.
  • Untuk mengatasi perbedaan tulisan dengan cara melafalkannya, sering-seringlah memutar lagu berbahasa inggris yang pasti banyak jumlahnya dan jangan lupa anda harus memiliki teksnya untuk kemudian berteriaklah mengikuti menyanyikan lagu itu dengan suara yang keras. Jangan hiraukan suara anda yang sumbang karena anda tidak sedang berlatih mengikuti kontes idola.
  • Hal yang paling sulit adalah belajar tata bahasa. Tapi jangan kuatir, Betty Schrampfersudah banyak buku grammar yang memberikan penjelasan yang sangat mudah untuk dipahami contohnya karya Betty Schramfer Azar, “”Uderstanding and Using English Grammar.” Jangan lupa mencari buku yang memberikan penjelasan dalam bahasa Indonesia agar tidak mempersulit anda untuk memahami. Buku diatas juga berisikan latihan-latihan yang sederhana dan mudah disertai kunci jawaban.
  • Ada berbagai style dalam aksen Bahasa Inggris, ada British English, American English, Australia juga punya style sendiri, dan bahkan Singapore juga punya style sendiri.
    Salah satu kesulitan kita adalah berusaha meniru “native speaker” (orang yang berbahasa inggris sejak mulai bisa bicara) secara sempurna, ketika berbahasa Inggris, kita berusaha jadi orang Inggris…., jadi orang Amerika….., jadi orang Eropa….padahal kita jelas-jelas orang Indonesia yang berbahasa Inggris! Jadi buat apa bangga dengan gaya bahasa Inggris yang niru-niru, banggalah jadi orang Indonesia yang bisa berbahasa Inggris dengan style Indonesia.
    Bagaimana sih style Indonesia? Jawabnya ….belum ada! Jadi bagaimana?
    Berbicaralah Bahasa Inggris dengan pede walaupun tidak sama persis dengan native speaker, berbicaralah Bahasa Inggris dengan menjadi diri sendiri! Itulah style anda!
    Komunikasi terjadi ketika dua pihak saling mengerti dan memahami, that is the point!
    So…lets speak english confidently, though you say “little-little sih I can!” pada awalnya…… Jadi gak perlu malu berbicara sebisa anda. (http:belajarbahasainggrismandiri.blogspot.com)

Semoga tips diatas berguna bagi anda. Kalo tidak pun gak pa pa karena tips tersebut terinspirasi dari pertanyaan istri saya, “Pa, ajari aku cara belajar paling gampang bahasa inggris!”

Mati aku, kuliahku aja 7 tahun baru kelar. Itu pun sampai sekarang kalo ada orang ngajak ngomong bahasa inggris dan dia kayaknya lebih jago saya masih suka gemeter. Yo wis lah…..

Pesantren Modern vs Tradisional

Penulis tidak bermaksud membandingkan keduanya karena keterbatasan informasi yang di peroleh. Ide menulis didapat karena keterlibatan penulis dalam jajaran tenaga pendidik disebuah pesantren yang ada di tempat tinggalnya.

Sepengetahuan penulis, pondok pesantren sekarang ini dimasukkan dalam satuan pendidikan oleh Departemen Agama sama dengan tingkatan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Untuk tingkat dasar dalam pesantren dikenal tingkatan Ula (setara MI) dan Wustha (setara MTs). Sebagai konsekwuensi dari disamakannya status pondok pesantren dengan lembaga pendidikan formal agama maka dikeluarkanlah dana dari pemerintah ke lembaga / yayasan suwasta sebagai dana Bantuan Operasional Sekolah bagi pondok pesantren yang menerapkan pendidikan tingkat dasar. Pondok pesantren di daerah terpencil yang masih mengandalkan partisipasi masyarakat dalam operasionalnya tentunya mendapatkan setetes embun ditengah kehausan menerima dana BOS tersebut. Baca Selengkapnya..