Archive | Juli 2012

TEAM BUILDING

Seseorang bercerita kepada saya bagaimana seharusnya menghargai seseorang yang menjadi bagian dari kita. Apakah dia anggota keluarga, teman sekelas, teman organisasi, atau teman dekat kita. Dia sempat menyebutkan sumber cerita itu, tetapi saya tidak benar-benar menyimak satu persatu obrolan kami didalam mobil karena posisi saya sedang mengemudi pada saat itu. Maaf apabila cerita ini mengulang kisah yang pernah ada atau sudah diceritakan oleh  penulis lain. Kisahnya seperti berikut dibawah ini.

Diceritakan empat orang kawan yang terlibat dalam satu urusan penting. Mereka masing-masing bernama Kepala, Tangan, Kaki dan Pantat. Seperti biasa dalam satu kelompok pasti ada satu orang yang memegang peranan penting. Anda pasti tahu bahwa kepala adalah orang yang paling berperan. Kepala berkata bahwa tanpa dia kelompok mereka tidak akan menjadi besar. Tidak akan ada ide kreatif dan solusi yang bijaksana jika ada masalah atau kesulitan.

Tangan tidak mau kalah mendengar kata-kata Kepala. “Memang benar yang Kepala katakan. Tetapi jika tidak ada aku yang bertangan dingin, ide Kepala tidak akan tercipta. Masalah tidak akan dapat ditangani. Untuk itu akulah sebenarnya yang paling berperan di kelompok ini,” Tangan berkata.

Mendengar kata-kata dua kawannya tadi, Kaki juga menyampaikan apa yang selama ini dia lakukan pada kelompok. “Kawan-kawan semua telah berjasa dalam kelompok kita. Tanpa menyudutkan Tangan, saya berpendapat bahwa Kepala telah menjadi bapak inspirator, pendiri dan penasehat di kelompok ini. Kami, saya dan Tangan, adalah orang yang melakukan segalanya atas dasar ide dan kecerdasan kepala dalam mengarahkan kami. Saya yang menjalankan kelompok ini kemana arah tujuan hingga besar seperti sekarang ini. Untuk itulah kami disebut Kaki-Tangan penguasa kelompok ini.

Kepala kemudian menyadari kesalahan ucapannya diawal tadi. Memang betul kita bertiga ini yang membesarkan kelompok kita. Kemudian mereka bertiga menatap Pantat yang dari awal percakapan selalu terdiam. Kepala adalah seorang yang dikenal ahli komunikasi publik. Dia pintar berkomentar melalui sindiran.

“Didalam kelompok ini ada seorang yang sama sekali belum menunjukkan kinerja yang baik. Baca Selengkapnya..