SIAPA YANG PALING BERSALAH?


Seorang kawan bercerita. Dia baru saja berada dalam sebuah angkot ketika hendak menuju rumah saya.
“Tadi ada ribut-ribut didalam angkot.”
“Kenapa?” sahutku.
“Ada anak muda tiba-tiba muntah didalam angkot. Didepan dia ada seorang ibu dengan anaknya yang masih kecil. Karena kaget dan takut kena muntahan, secepat kilat ibu tadi menghindar. Tapi karena gerakannya tiba-tiba, anaknya yang tadi dipangkunya jadi terlempar kesamping. Penumpang di samping ibu tadi seorang bapak-bapak terbentur kepalanya dengan anak si ibu. Kontan saja anak kecil itu menangis kesakitan. Bapak tadi marah dan sempat memukul pelan bahu si ibu tanda jengkel. Ibu tadi balik marah tetapi bukan pada si bapak tapi pada pemuda yang telah memuntahi kakinya. Si ibu marah sambil mengkata-katai yang tidak baik pada pemuda tadi. Jelas dia adalah sumber keributan, pikir saya waktu itu.” Teman saya kemudian berhenti bercerita.
“Terus, bagaimana?” saya penasaran dengan ending cerita.
Teman saya melanjutkan, “Saya jengkel dengan mereka, ini kan bulan puasa. Tidak baik marah-marah. Lagian tidak ada yang salah dalam kejadian itu.”
“Coba, seandainya kamu malaikat pencatat dosa, siapa yang paling berdosa dalam keributan itu?” teman saya malah memberi teka-teki pada saya.
Saya berfikir,”Marah dan jengkel itu ada sebabnya. Kita marah karena sesuatu tidak pada tempatnya atau merasa dizolimi.”

Siapa yang bisa membantu saya menentukan siapa yang paling bersalah?

Saya mengajak anda untuk mencoba merenungkan suatu peristiwa dan mengambil pesan moral yang dapat anda sampaikan berupa komentar. Tulisan ini sekaligus persiapan dalam lomba komentar tingkat lokal Forum Borneo yang baru berupa rencana dan dapat dibaca disini.

Tag:, , , , ,

8 responses to “SIAPA YANG PALING BERSALAH?”

  1. nakjaDimande says :

    Yang paling bersalah, aku mas
    karena lama tak kesini

    *ditambah dengan komentar tak bermutu ini, siap2 dilempar keluar jendela sama Bejo

  2. akhta says :

    Bundo tidak salah, karena bundo tidak ikut jadi penumpang angkot. Tp Bundo memang bersalah karena telah mengaku bersalah😀

  3. budies says :

    jawabannya sudah ada sebelum pertanyaan,…” gak ada yang salah dalam kejadian itu…”
    seandainya rumput yang bergoyang bisa kita tanyain, kita tanya sama rumput yangbergoyang

  4. akhta says :

    @Pak Budi: Tidak ada yang salah itu kan pendapat teman saya. Kita cari tahu pendapat yang lainnya.

  5. Sawali Tuhusetya says :

    hmmm…. sebuah pertanyaan reflektif yang gampang2 susah utk dijawab, mas akhta. tapi menurutku memang ndak ada yang salah dan dipersalahkan. menyalahkan si pemuda yang muntah2 jelas mustahil lantaran dia memang tdk pernah punya niat dan sengaja utk melakukannya. menyalahkan si ibu? hmm …. dia memang mungkin juga ndak bisa disalahkan sepenuhnya apalagi anaknya sampai terlempar. si bapak? wah, seandainya tahu, pastilah dia tahu, seharusnya ndak mungkinlah marah2 sama si ibu, apalagi si ibu juga dalam posisi “berhak marah”, hehe …. lha kok jadi seperti lingkaran setan. yang terbaik ya memang ndak usah saling menyalahkan, bahkan sama2 meminta maaf atas keributan yang telah terjadi.

  6. akhta says :

    To Pak Sawali : wah ulasan bapak benar2 TOP. Saya juga bingung atas pertanyaan kawan saya. Tp komentar bapak mungkin jadi contoh bagi calon peserta lomba komen tingkat lokal Forum Borneo.

  7. rizqy says :

    yang paling bersalah itu teman mass dong…,kalo dya ga crta ga bakalin sampe cari2 siapa yang paling bersalah…..

    Wah,.. ini komentar paling TOP.:D Saya setuju dengan anda. Kawan saya tidak terlibat dalam pertikaian tetapi mempunyai prasangka dan emosi pada kejadian tersebut. Seharusnya diam dan hanya memetik hikmah yang terbaik.

  8. Tini says :

    Assalamu alaikum, wr.wb.

    Saya coba berikomentar semoga membantu.
    Untuk mencari siapa yang salah, itu harus dilihat per kejadian, agar tidak berbelit. Karena hukum dasarnya adalah :Semua orang/Individu akan dimintai pertanggungjawaban atas apapun yang dikatakan ataupun dilakukan. Jadi tidak bisa MENCARI yang PALING SALAH, karena yang terlibat salah. Semua Individu adalah MAHLUK MERDEKA, Dirinya sendirilah yang memutuskan untuk TUNDUK pada sesuatu/orang lain. Jadi Semua yang terlibat dalam cerita diatas memiliki KESALAHAN:
    1. Pemuda muntah – salah karena tidak mampu menjaga kesehatan tubuhnya. Salah tidak segera meminta maaf telah muntah…..
    2. Sopir Angkot – Salah jika menyetir yang menyebabkan orang mabuk, Salah jika tahu ada yang muntah, tidak segera berhenti dan menyelesaikan kisruh penumpangnya……
    3. Ibu & Bapak salah karena tidak bisa kontrol emosi
    4. Teman anda & penumpang lain, Salah karena tahu dan membiarkan / Tidak peduli.

    Sebenarnya jika ditanya pada setiap orang didalamnya mereka bisa check di hati nurani masing-masing, Menyesal atau Senang atas perbuatan yang mereka lakukan? Walau Si Bapak & Ibu telah melampiaskan amarah pun, pasti hatinya tetap merasa ‘tidak nyaman’. Termasuk teman anda yang bercerita, karena hatinya merasa tidak nyaman, yakin ada yang salah, dan salah satunya adalah peran dirinya yang mendiamkan dan tak peduli.

    Bahkan jika mau ditarik lebih jauh lagi,masih banyak orang yang tidak terlibat langsung disitu juga harus bertanggungjawab, misalnya:
    1. Jika si pemuda memang muntah karena kelaparan, adalah salah orang-orang disekitarnya yang tidak mempedulikannya.
    2. Salah Masyarakatnya, bahkan salah Pemerintah Negaranya. Dimana Pejabatnya yang minta dipilih menjadi Presiden dan bersumpah untuk mampu menjalankan UUD 1945, salah satunya adalah Pasal 34. (misalnya Fakir Miskin & anak-anak terlantar dipelihara oleh negara).

    Jadi perlu juga kita semua tahu:
    Jika Ada orang yang mencuri karena lapar, dia tetap bersalah karena mencuri, namun Negara juga bersalah karena tidak mengurusinya.

    SOLUSINYA:
    1. Jika kita menemukan atau melihat Fakir Miskin (gelandangan dan minta-minta di jalan, dlsb) Segera serahkan ke negara (Presiden, dll) laporkan pada instansi yang berwenang.
    2. Sosialisasikan kepada seluruh rakyat bahwa Negara menjamin makan,dlsb, Anda tinggal membukikan bahwa mereka adalah rakyat Indonesia dan segera ke instansi-instansi pemerintah. Terserah mereka memelihara dalam bentuk apa termasuk mempekerjakan, dlsb yang jelas dipelihara negara. Yang dibutuhkan dari negara bukan Jaminan Pekerjaan namun Jaminan Pemeliharaan. Mereka yang menjabat atau minta dipilih menjadi Pejabat Negara, bersumpah untuk menjalankan UUD 1945 kan?
    Mereka semua akan dimintai pertanggungjawaban atas sumpahnya, Jika tidak terlaksana di dunia, akan diakherat.

    Dan Bagi kita semua, juga akan dimintai pertanggungjawaban atas rizki yang diperoleh, baik, harta, kesehatan, ilmu, dlsb, jika tidak diamalkan, jika tidak peduli pada yang lain……..
    Semua ada balasannya. Tuhan itu MAHA ADIL. Tak akan ada pihak yang dirugikan. Semua akan mendapat balasan sesuai amal perbuatannnya.

    Semoga bermanfaat,

    Wassalam,

    Tini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: