MISTERI YANG BUKAN MISTERI


Perintah Kyai tidak menang dalam lomba Fiksi Mini. Tidak masalah, karena tujuan utama dari keikut sertaan Bejo adalah untuk meramaikan penyelenggaraan dan memimpikan menang.:D Berdasarkan keterangan juri yang baru saya baca hari ini di tempat pengumuman, ada syarat yang menyebabkan Perintah Kyai tidak menang. “Original.” Hmmm…. Mungkin juri mengetahui kalo ide penulisan tidak asli alias palsu.

Ide ini benar-benar saya ambil dari kata-kata guru mengaji saya. Awal perkenalan saya dengan beliau memang diawali oleh kata kata beliau yang masih menjadi misteri bagi saya hingga saat ini.

“Sahadat mewajibkan kaum mukmin mengenal Tuhan sehingga dia bisa bersaksi “tiada Tuhan selain Allah”. Bagaimana jika kamu menjadi saksi palsu dipersidangan. Laknat hakim akan menimpa saksi palsu. Dia juga akan menerima hukuman. Itulah sebabnya kamu harus mengenal Tuhan dan menyaksikannya  agar tidak menjadi saksi palsu.”

“Bagaimana cara mengenal Tuhan?” saya bertanya penasaran.

“Pelajari sifat-sifat Tuhan. Kamu hapal dengan sifat Tuhan?” Kalo sudah hapal carilah berdasarkan sifat-sifatnya.

“Kalau hapal sih, sejak SD. Tapi tetep saya nggak bisa menemukan. Mungkin begitu pula dengan kebanyakan orang. Kalo bisa tolong tunjukkan siapa Tuhan itu dan dimana?”

“Jika ingin ketemu Tuhan, ikuti saja jejak kaki burung bangau yang sedang terbang!”

“Hah, mana mungkin pak Mat? Burung yang sedang terbang kan nggak ada jejak kakinya?” saya makin heran dengan pembicaraan pak Mat penjual bakso keliling yang baru dua hari saya kenal.”

“Ada. Sama jelasnya dengan Tuhan. Sesuatu yang nampak didepan mu tapi kamu tak melihatnya.”

Demikian dialog saya dengan pak Mat. Pak Mat atau Muhammad Arif adalah salah satu sosok pemuka agama murid Kyai Mat Langen Arif dari Mbunga, Gresik. Murid Kyai Mat Langen banyak, tapi beliau ditunjuk untuk meneruskan pengajaran Tasawuf berdua dengan mbah Mukri (alm). Tapi Pak Mat memilih berjualan Bakso keliling didaerah Demak Surabaya. Sedangkan mbah Mukri meneruskan mengajar di desa Mojopuro.

Saya sebagai seorang mahasiswa pada saat itu benar-benar kagum atas pemahaman ilmu filsafat yang dikuasai oleh seorang penjual bakso. Banyak sekali kata-kata beliau yang menjadi misteri bagi saya hingga saat ini. Tapi mungkin juga saya bodoh. Juri kontes fiksi mini menganggap kata-kata pak Mat bukanlah misteri karena gampang dipahami.

“Hmmm… memang mudah dipahami! Hanya saja saya yang benar-benar bodoh. Atau memang itu karena pesan pak Mat yang lainnya kepada saya.”

Mengajilah hingga kamu benar-benar menjadi bodoh.”

Tag:, , , , , , ,

14 responses to “MISTERI YANG BUKAN MISTERI”

  1. M Mursyid PW says :

    Hemmm… dalam sekali!

  2. Hairullah says :

    Menurut saya gini pak:
    “mengajilah sampai kamu benar-benar bodoh”

    “mengajilah sampai kamu sudah tua, dan lupa dengan ilmumu”

    Benar-benar dalam pak maknanya ..,,😀

  3. nakjaDimande says :

    Klo jurinya aku, tentu saja Bejo juara 1😀

  4. akhta says :

    @Bundo: Keputusan juri sudah tepat. Tidak dapat diganggu gugat. Kalo saya jadi juri dengan 200 peserta lebih dan kriteria fiksi mini yang gak jelas, maka saya pasti nggak sanggup milih yang terbaik. Jadi ya… semau gue aja:D

  5. bayuputra says :

    wah memang Pak Akhta sudah pantas untuk mendapatkan gelar Pak Ustad ….
    tidak salah kalau warga Ampah dan sekitarnya memanggil Bapak dengan panggilan Pak ustad.

  6. akhta says :

    @Pak Bayu: Wah sampean salah orang pak! Yg jadi ustad itu Pak Bejo, bukan saya😀

  7. julianusginting says :

    wah..wah..wah….sungguh pembahasan yg mendalam…cocok untuk berkhotbah ya..

  8. arkasala says :

    “mengajilah sampai merasa bodoh ?” … ungkapan yang menarik ….

  9. Hairullah says :

    Ungkapan yang singkat, padat, dan jelas pak😀

  10. akhta says :

    @Pak Yayat dan Ullah : Saya sangat setuju. Itu ungkapan yang sangat menarik dan penuh makna tersirat. Masih banyak ungkapan-ungkapan Pak Mat yang memerlukan kajian filsafat. Insyaallah akan saya posting dikemudian hari.

  11. yusami says :

    Orang buta mengatakan, katanya laut itu berwarna biru, daun itu berwarna hijau. Tetapi dia tau bahwa garam itu asin dan gula itu manis.(malah gak nyambung…?)

  12. donni says :

    iya..dalam banget….kayak itu…dalam..

  13. donni says :

    sangking dalamnya jadi bodoh luuuuuuu

  14. Ali says :

    Hmm… mengajilah hingg abenar-benar menjadi bodoh. Luas tafsirannya… bisa di padankan dengan pusinya Maulana Rumi – Yesterday I was clever so I want to change the world, today I am wise so I want to change myself.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: