TKS, Diantara Hidup dan Mati (Akur Ikam!)


Seorang kawan saya telah menjadi Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Puskesmas Rawat Inap selama 4 tahun. Sebagai TKS, Bejo tidak mendapat gaji bulanan. Namun Bejo masih beruntung. Dia mendapat insentif sebagai tenaga profesional Rp. 350ribu / bulan, jauh dari insentif profesi guru yg konon meskipun gak profesional mencapai Rp. 2jt bebih namun sama-sama ndak dibayar perbulan tapi seenak udelnya orang yg mau mbayar. Bejo masih beruntung sebab ada kawannya yang nggak dapat insentif itu. Bejo selalu berada di tempat kerjanya setiap hari minimal 6 jam sehari. Setiap sesudah masuk 4 hari dia mendapatkan libur karena jam kerjanya peke shift pagi, sore dan malam. Setiap hari ada saja pasien yg ditolong, mulai dari sakit batuk sampai ada kepala pasien yang sudah pecah dan otaknya berhamburan minta tolong untuk divisum (maaf yg minta tolong tentu bukan si pasien tp keluarganya).

Meskipun namanya Bejo yag berarti beruntung dalam bahasa Jawa, namun nasibnya selalu “Akur” yang berarti sial, kapok, sukurin atau sesuatu yg tidak diharapkan dalam bahasa Banjar. Dia selalu gagal dalam seleksi CPNS. Nampaknya dia kalah bersaing mutu mengisi soal namun dia sendiri ndak tahu dapat nilai berapa hasil menjawab soal-soal CPNS yg nilainya gak pernah diumumkan atau gak transparan.

Nasibnya yang selalu “akur” membawa langkahnya untuk memberanikan diri menanyakan kejelasan statusnya yang telah mengabdi kepada penguasa wilayah. Bupati menjelaskan bahwa kalo si Bejo ndak lulus CPNS maka statusnya adalah TKS sampai “matek” yg artinya tidak ada jalur lain untuk menjadi PNS selain rekrutment lewat seleksi CPNS.

Bejo selalu ringan tangan menolong. Bukan saja menolong pasien tapi juga kawan-kawan seprofesi dia ditempat kerja. Kawan dia yang sudah PNS sering kali meminta izin gak masuk kerja. Ada kawannya yang cuti melahirkan selama 6 bulan, beberapa orang izin tiap hari kamis sampai minggu karena sekolah lagi, ada yang izin mengunjungi pacar di Jawa, si Tarmin gak masuk kerja karena iparnya sakit, belum lagi yang mendapatkan tugas luar seperti pelatihan, posyandu ke desa-desa, dan banyak lagi. Bejo selalu diminta tolong jaga kandang. Teman-temannya gak takut dipecat bila mbolos kerja karena belum pernah ada teguran apalagi pemecatan dari Bupati. Tapi Bejo ndak brani ikut-ikutan mbolos sebab pimpinan puskesmas lebih galak dan tidak berprikepegawaian dibanding Bupati. Bisa-bisa dia dipecat.

“Wis Jo, kamu cari kerja ditempat lain aja,” begitu nasehat kawannya setelah tahu gak ada kejelasan nasib pagi TKS. “Wah, berarti saya harus kekota,” jawab Bejo, sebab hanya dikota besar yang ada rumah sakit swasta.

“Lha kalo kamu pindah, siapa yang nggantikan kamu disini Jo?” Ada nggak yang mau menggantikan Bejo? Kalo pun ada dia orang yang paling “Goblok” di dunia,” pikir saya. Kok mau-maunya jadi TKS seumur hidup!

“Ayo siapa yang mau jadi TKS?” begitu bunyi lowongan untuk menggantikan Bejo. Eh.. tak disangka bertumpuk lamaran berada di meja pimpinan puskesmas saat ini. AKURRRR IKAM!!!!!!

Tag:, , , ,

7 responses to “TKS, Diantara Hidup dan Mati (Akur Ikam!)”

  1. sastro says :

    biar akur tetap bejo
    jatah cpns khan masih to…ya ikut lagi nanti sampe jatah habis

  2. budies says :

    setuju dengan pak sastro, biar namanya sastro gak paham kasusastran

  3. smaduta says :

    om… kok belum ikutan lomba bikin banner komunitas, hadiahnya rame lho om

  4. janah community says :

    mas.,,,,belum daftar di komunitas JANAH ya…dijamin bejo pokoknya kalau daftar

  5. akhta says :

    @ Janah Comm: entar pasti daftar.. tak kira sudah ada yg ndaftarin..hehehe. Sy sedang daftarin nama Bejo sebagai TM. Kali aja bisa Getlucky everyday..hahaha, asal kuat njamu ae!!

    @Smaduta : Banner?! apa’an tuh? Gak mudeng aku. Kalo mau ngeband, saya bisanya cuman “ngebasi”

  6. zarod says :

    Oalah jo jo… Klo gini jadi inget kisah kick andy yang ngebahas tentang laskar Laskar Pelangi, Klo gak berani maju ya tetep gak bakal maju.

  7. budisan68 says :

    Sastro, bejo, dulqodir
    sopo maneh mengko

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: