Mafia Peradilan


Tulisan saya sebelumnya memberikan ilustrasi bagaimana pelanggaran hukum yang menjadi “budaya” dalam organisasi/departemen penegak hukum kita. Seperti layaknya “Mafia”. Mafia awalnya merupakan nama sebuah konfederasi orang-orang di Sisilia pada Abad Pertengahan untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum. Konfederasi ini kemudian mulai melakukan kejahatan terorganisir. Anggota Mafia disebut “mafioso“, yang berarti “pria terhormat“. Istilah “mafia” kini telah melebar hingga dapat merujuk kepada kelompok besar apapun yang melakukan kejahatan terorganisir. Sehingga kita sering mendengar kejahatan yang dilakukan dalam lembaga penegak hukum kita dengan sebutan “Mafia Peradilan”.

Bukannya melindungi tetapi justru mencari kesalahan secara berlebihan dari sengketa atau pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara. Contoh ringan dari kasus yang dialami Prita Mulyasari karena menulis e-mail yang berawal dari ketidak puasan (sengketa). Mafia Peradilan menangkap prospektif “bisnis” dalam kasus tersebut yang menurut cerita-cerita teman saya yang keluar masuk penjara telah biasa dilakukan oleh penegak hukum. Suap menyuap dan jual beli kasus terjadi setiap hari di meja layaknya pasar. Uang “pembelaan” istilah yang paling digunakan untuk meminta sogokan dari orang yang terkena kasus untuk mengurangi pasal atau hukuman kurungan atau atau bahkan memenangkan kasus. Kalau anda perhatikan, tidak ada patokan kusus berapa tahun minimal hukuman bagi orang yang melanggar hukum. Dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang sama persis waktu dan modusnya, dua orang pelaku akan mendapat vonis yang berbeda meski jaksa dan hakimnya sama. Semua tergantung ketaatan terhadap UUD.

Itulah “nikmatnya” menjadi penegak hukum di negara Indonesia tercinta. Seandainya Prita Mulyasari tidak mendapat sorotan media maka dia akan “habis” ditangan mafioso. Menurut saya, sistim hukum kita sudah baik meski tidak sempurna. Tapi tangan-tangan mafioso telah merusak tatanan menjadi “tontonan” yang tidak sedap. Saya memakai istilah dalam tanda kutib yang terakhir karena saya hanya dapat melihat tanpa bisa memberantasnya. Jangankan memberantas, mendekat saja tidak berani. Hayo, siapa yang berani melawan mafioso?

Tag:, , ,

2 responses to “Mafia Peradilan”

  1. Ono Gosip says :

    BREAKING NEWS !!!
    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  2. Ono Gosip says :

    HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: