Merokok itu haram


Satu lagi fatwa MUI yang menurut saya setengah hati sebab ada pengklasifikasian dalam larangan tersebut. Bagi anak-anak, wanita hamil dan menyusui diharamkan merokok. Kalo saya melihat peserta didik saya merokok pasti saya marahi, omeli, bahkan kalo nggak ada yang melihat saya jewer telinganya sehingga sangat kecil kemungkinan saya melihat mereka merokok. Wanita hamil atau yang lagi menyusui anaknya bila merokok didepan umum pasti mendapat tatapan orang yang membuat pelaku salah tingkah kecuali yang memiliki mental perek atau lonte.

Jadi menurut saya MUI nggak usah mengeluarkan fatwa seperti itu karena tidak akan mengena pada maksud baik dari pemikiran mereka. Kita semua tahu bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan. Nah, sekalian saja kalo mau bikin fatwa “Merokok itu haram titik.” Jadi segera dikeluarkan undang-undang yang melarang rokok dan memberi sangsi bagi yang memproduksi, mengedarkan, mengkonsumsi dan yang memiliki rokok dengan hukuman kurungan atau denda. Kalo bisa diterapkan juga hukuman cambuk bagi yang melanggar 100 kali dicambuk mulutnya. Jangan hanya memberi fatwa yang nggak jelas maksudnya untuk apa larangan tersebut. Apakah rokok tidak berbahaya bagi orang-orang yang tidak masuk dalam daftar klasifikasi tersebut?

Ayo dong MUI, haram ya haram gak usah dibedakan siapa pelakunya. Anda adalah ulama nggak usah belajar jadi birokrat yang pinter main kata-kata, yang bener dijadikan salah yang salah dibikin bener. Kalo anda jadi begitu lebih baik saya golput nggak memilih anda sebagai ulama saya lagi. Bye…

Tag:

5 responses to “Merokok itu haram”

  1. Agung Suparjono says :

    Haram adalah sifat mutlak, ngga bisa dibeda-bedakan. Namanya juga Haram, ngga pandang bulu, atau mungkin fatwa itu bersifat setengah-setengah. *ada sevagian ulama yang masih doyan untuk merokok)

  2. budi says :

    lha kalau umat pada memfatwakan jangan ikuti MUI gimana?, atau fatwa umat “golput terhadap fatma MUI”….wah repot nii jadi banyak ulama
    seperti golput, lhakok tega-teganya si-MUI memfatwakan haram sebagai golput, akhirnya MUI layaknya sebuah partai. siapa ikut partai MUI?

  3. hamdan says :

    Saya ngaku aja deh memang perokok berat, saya juga seorang muslim yang taunya kalau “haram” berarti berdosa dikerjakan dan berpahala ditinggalkan, tapi dulu saya pernah rehat merokok, tat kala bertemu seorang da’i…, eh, beliau juga perokok dan sempat ngajak saya “ayo ini rokok, kenapa dilihat saja,” katanya.
    Ya, sih, memang sebetulnya banyak ruginya dari untungnya prilaku merokok, tapi kan saya tidak kena pasal klasifikasi yang haram merokok, karena itu hanya untuk anak-anak dan wanita hamil/menyusui.
    he…he… sebatang lagi deh….!
    .
    .
    @ saya juga tidak kena fatwa haram golput oleh karena kulit saya kecoklatan, rambut hitam, gigi tidak benar2 putih hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: