Malam 1 Suro


Salah satu bukti kekayaan Indonesia terdapat pada malam 1 Suro (29 Desember 2008). Banyak perayaan budaya terepresentasikan oleh masyarakat terutama mayarakat Jawa. Perdebatan terjadi terutama oleh para pengemban misi dakwah islam dengan penganut “kepercayaan” yang memegang keyakinan pada banyak hal. Sebagai salah satu contoh adalah acara Grebek Malam 1 Suro seperti memandikan keris pusaka keraton, mengelilingi keraton Jogja tanpa bersuara dianggap syirik. Syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak dapat diampuni karena menyekutukan Allah.

Batasan kebenaran hanya milik Allah. Bila kita berdebat tentang ritual yang dilakukan seseorang dalam rangka mencari atau mendapatkan ketentraman hati akan memanaskan perdebatan dan tidak akan dapat ditemukan titik penyelesaian. Angapan ritual berjalan mengelilingi keraton Jogjakarta adalah syirik akan mendapat pertanyaan apakah berjalan mengelilingi ka’bah bukan syirik? Toh kenyataanya sama-sama berjalan mengelilingi sesuatu. Ritual memandikan keris bila dianggap sirik, lalu bagaimana dengan acara mencuci kain ka’bah? Bukankah semua itu dilakukan menggunakan aturan yang kalau kita melihat sama-sama sakralnya.

Sudah saatnya kita menghentikan perdebatan tentang semua itu. Bagi seorang muslim lebih baik belajarlah menggali keimanan dengan tauhid. Tidak perlu melihat apa yang sedang dilakukan orang lain untuk meningkatkan kepercayaan dan keimanannya. Jangan salah menilai bahwa ritual yang dilakukan pada malam 1 Suro oleh masyarakat adalah hal yang buruk dan dilaknat oleh Allah. Kita pun tidak pernah tahu, apa yang dilakukan oleh Muhammad di Gua Hiro saat menerima wahyu. Biarkan cara yang ditempuh orang untuk “makrifatul illahi bistikoni” bermacam-macam. Anggaplah sebagai kekayaan budaya yang tidak akan meruntuhkan akhlak. Dan ingat, Iblis lebih baik dari kita dalam ilmu makrifatul illahi.

Tag:

4 responses to “Malam 1 Suro”

  1. budisan68 says :

    setuju, tetapi memang harus ada orang yg memberi kritik terhadap sesuatu, “BUKAN MENGHAKIMI” bukankah dengan memberi kritik dapat saling mengingatkan

  2. Khrisna says :

    Salam..

    Saya sebenarnya sudah lama mempunyai keris, sebagai orang jawa, saya memang menyukai keris sebagai warisan leluhur. Walaupun pada kenyataannya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai keris, maka sampai sekarang saya tidak tahu tentang keris tersebut. Beberapa kali saya coba cari di internet, tapi sepertinya saya tidak / belum menemukan yang sama persis.

    Kepada rekan-rekan pecinta keris atau siapa saja yang mempunyai pengetahuan tentang keris, Saya mohon agar dapatnya memberikan informasi tentang empu pembuat keris ini, nama (jenis), jaman/tahun pembuatannya dan atau istilah-istilah dalam keris dan sebagainya.

    Sebelum dan sesudahnya, saya sampaikan banyak terima kasih.

    Salam..
    http://www.manusiajawa.co.cc

    @Okay, salam kenak. Saya akan berusaha mencarai info tentang itu juga.

  3. bomsex says :

    wong duro melu ae wes…! po jare…..?
    innamal a’malu bin niat:segala sesuatu tu tergantung dri niat,jd tenang aj bagi bangsa orang awam karena allah tu maha mengetahui

  4. Dadiyono says :

    Tuntutlah ilmu agama sepanjang masa,agar kita lebih pandai terutama ilmu tauhidnya diperdalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: