Belajar Bahasa Inggris tanpa Grammar

26 10 2009
DSC00018

Lab Bahasa SMPN 1 Ds. Tengah

Sering kali belajar Bahasa Inggris sangat membosankan. Pelajaran tentang grammar adalah materi yang sangat membingungkan bagi saya ketika belajar bahasa inggris. Karena membingungkan, itulah sebabnya saya mengatakan membosankan. Saya benar-benar paham dan mengerti tentang grammar ketika mulai mengajar Bahasa Inggris karena setiap hari harus mempelajari itu sebelum disajikan pada peserta didik. Berbeda saat belajar, mengajar grammar sangat menyenangkan karena mudah. Materinya hanya itu-itu saja dan yang penting sudah sangat dikuasai karena selalu diulang-ulang. Makanya jika guru selalu mengajar grammar berarti dia mau enaknya sendiri. Sangat bertolak belakang. Peserta didik merasa bosan sedangkan guru merasa senang.

Pembelajaran adalah proses transfer skill, pengetahuan dan pengalaman. Lalu bagaimana belajar dan mengajar bahasa inggris yang menyenangkan? Baca entri selengkapnya »





Dan Maria Ozawa Akhirnya Berjilbab

28 08 2009

WayangKesenian Wayang Kulit menurut sejarah adalah media dakwah yang digunakan oleh para sunan pada abad ke-16 untuk mengembangkan Islam. Sebelumnya, kesenian wayang adalah sarana yang digunakan untuk menyembah Sang “hyang” oleh para penganut “animisme” sebelum agama Hindu. Namun ketika agama Hindu mulai menyebar di masyarakat jawa keberadaan “Hyang” berada dibawah dewa-dewa. Sunan Bonang mengusulkan pada R. Patah (Raja Kerajaan Demak pd saat itu) untuk merombak wayang kulit baik bahan yg digunakan, bentuk dan struktur dramatikanya. Singkat cerita, pada masa itu kesenian wayang berkembang sangat pesat karena dimainkan tidak pada saat-saat tertentu panenan, taneman atau ruwatan saja namun disetiap perjalanan dakwah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus. Terutama bentuk wayang sudah semakin menarik oleh besutan modifikasi Sunan Kalijaga dan pelakonan yg makin beragam oleh Sunan Bonang dan didalangi oleh Sunan Kudus.

Wayang sebagai penggambaran kehidupan manusia sarat dengan filosofi kehidupan. Permainan wayang adalah simbol hehidupan manusia di jagad raya ini. Berbagai ragam cerita dan tokoh ibarat sandiwara. Seperti lagu yang di populerkan oleh Ahmad Albar “Panggung Sandiwara” yg bertemakan dunia adalah panggung sandiwara yang harus kita mainkan sebagai aktor didalamnya. Sama dengan cerita wayang kulit yang terdiri dari banyak tokoh yg berkarakter baik dan jahat untuk membuat menarik cerita. Namun semua cerita dan gerak dari tokoh wayang yang digambarkan bersumber dari satu yaitu Sang “Dalang”. Dalang adalah seorang sutradara, penulis lakon, seorang narator, seorang pemain karakter, penyusun iringan, seorang “penyanyi”, penata pentas, penari dan lain sebagainya. Kesimpulannya dalang adalah seseorang yang mempunyai kemampuan ganda, dan juga seorang manager, paling tidak seorang pemimpin dalam pertunjukan bagi para anggotanya (pesinden dan pengrawit).

Jika Dalang adalah sumber segala permainan wayang demikian pula keberadaan Tuhan sebagai sumber segala kehidupan di jagadraya. Jika manusia dan seluruh isi jagadraya sama seperti wayang berarti kehidupan telah diatur seperti lakon wayang. Bahkan gerak dan ucapan manusia bersumber pada Tuhan. Tuhan Maha Kuasa atas segala kehidupan. Tidak ada yg memiliki kuasa yang kekal selain Tuhan. Kuasa manusia adalah semu seperti kuasa Fir’aun yg memiliki akhir. Kuasa Tuhan membawa Kehendak Tuhan pada manusia dan jagadraya. Hidup-mati, senang-susah yang mengisi kehidupan manusia adalah jalan cerita yang dibawakan oleh Tuhan. Jalan hidup manusia berubah-ubah bagai cerita dalam wayang. Cerita selalu berganti dengan alur yang manusia sendiri tidak tahu akhir ceritanya bagaimana.

Jika begitu, manusia yang berperan protagonis tak lepas dari bimbingan dan petunjuk Tuhan yang kita sebut dengan “Hidayah”. Demikian pula manusia yg bersifat antagonis dilambangkan sifatnya bersumber dari “Syetan” yaitu hamba Tuhan yang “ma’rifat” yang mendapat peran untuk menggoda manusia. Syetan ibarat Butho / raksasa jahat dalam pewayangan.

Mampukah akal manusia menerima semua ini? Baik-buruk pada hakekatnya berasal dari Tuhan sebagai Dalang. Kehidupan manusia sudah diatur oleh Tuhan. Surga-Neraka berarti sudah ditetapkan calon penghuninya atau bahkan Surga-Neraka hanya simbol yang sebenarnya tidak ada. Apakah manusia muslim akan terima jika Fi’aun masuk surga? Sudikah anda jika Maria Ozawa akhirnya berjilbab?

Maria OzawaJika berfilosofi seperti lakon wayang, semua itu bisa saja terjadi. Lha wong semua itu terserah apa kata dalang. Setidaknya jika kita merasa mempunyai otak / cerdas (padahal tidak) kita dapat memilih jadi lakon Pandawa atau Kurawa. Mau berbuat baik yang berbuah kebaikan atau berbuat jahat yang berbuah dengan kejahatan pula. Jika Tuhan berkehendak / melakonkan Maria Ozawa berjilbab dan menjadi ustadzah kenapa tidak. Semua berserah kepada Tuhan. Semoga kita menjadi manusia yang “Tawakal” dan selalu mendapat “Hidayah” dari Allah Tuhan Maha Esa dan menerima semua perbedaan / peristiwa sebagai Kuasa dan Kehendak Tuhan. Atas Kehendak Allah, dan Maria Ozawa pun Berjilbab.





Guru Nongkrong di Facebook

1 08 2009

Facebook

Ini adalah sebuah ajakan untuk para guru agar mengenal Facebook dan memiliki akun jejaring sosial ini. Tujuan saya mengajak Para Guru Nongkrong di Facebook karena melihat perkembangan situs ini sangat pesat. Menurut Wikipedia Ensiklopedia Bebas dari bulan September 2006 hingga September 2007 situs ini naik dari peringkat 60 menjadi peringkat 7 situs yang paling banyak dikunjungi. Data terbaru tahun 2009 belum ada yang merilis, namun bisa dipastikan bahwa peringkat tidak akan menurun melihat bahwa perkembangan situs ini sudah sampai kalangan yang awalnya tidak mengerti sama sekali tentang teknologi komunikasi melalui internet.

Kini jejaring sosial ini makin merambah pada siswa-siswi sekolah di negeri kita. Teknologi yang semakin mendukung dan mempermudah akses internet melalui Handphone makin memperkaya pemilik situs ini yang konon mencapai 300juta USD pada tahun 2008 sehingga sudah saatnya para guru mengikuti pula perkembangan siswa-siswinya di Facebook. Pada kenyataannya Facebook tidak terlalu menerapkan sensor gambar dan kata-kata yang dipegang oleh masyarakat timur. Foto yang menunjukkan bagian-bagian yang tidak perlu dipertontonkan dapat dengan mudah ditemui, apalagi beberapa negara ada perbedaan batasan pornografi sehingga batasan porno bagi orang timur seringkali tidak dianggap porno oleh pengelola FB yang berasal dari Amerika Serikat. Sebagai masukan, kata-kata yang digunakan tidak pernah mendapat sensor meskipun berbau SARA dan porno. Semua hanya bergantung pada moral para pemilik akun untuk membatasi dirinya untuk tidak meng-upload gambar atau menulis kotor.

Peran guru sangat diperlukan untuk memberikan kontrol dan pendidikan bagi siswa-siswinya dimanapun mereka berada. Kalo melihat apa yang ditulis oleh anggota Facebook sangatlah beragam. Namun para guru dapat memberikan bimbingan dan arahan bagaimana menulis yang bermanfaat untuk kawan atau orang lain, tidak menuliskan sesuatu yang tidak berguna atau bahkan porno. Hal ini merupakan penerapan hasil KBM disekolah dalam kehidupan nyata dan kontrol/penilaian langsung kepada siswa.

Kita tidak ingin siswa-siswi kita terjerumus pada gosip, fitnah, dan konflik yang terjadi akibat persepsi dari suatu tulisan.

Langkah pertama, para guru harus memiliki akun Facebook. Kemudian cari siswa-siswi anda melalui menu “cari orang” dengan menuliskan nama siswa-siswi yang menurut insting anda tergabung di FB. Bila menemukan, tambahkan mereka pada daftar teman anda. Bila kita menemukan salah satu siswa-siswi kita maka kita sudah memasuki jaringan kawan-kawan mereka, tinggal kita menambahkan semua siswa yg kita kenal sebagai teman. Langkah berikutnya bersahabatlah dengan siswa-siswi anda dengan memberikan komentar pada tulisan mereka dan mulailah memberikan contoh menulis yang baik. Selanjutnya bergantung pada daya kreatif dan inovasi anda memberikan KBM memanfaatkan fasilitas yang Facebook berikan. Jika anda dapat membaca tulisan saya disini, maka saya yakin anda tidak akan menemukan kesulitan memasuki jaring sosial Facebook. Selamat mencoba dan berkarya dan selamat bergabung dengan Facebook.





Guru Berprestasi

23 07 2009

Membaca judulnya akan membawa kita pada sosok seseorang yang mengabdi pada dunia pendidikan, berdedikasi pada profesinya, memiliki pengetahuan yg luas, intelek, sabar, dan waras. Dari semua kategori itu saya yakin banyak sekali guru yang memilikinya, kecuali saya, sehingga perlu diadakan pemilihan Guru Berprestasi di Palangkaraya saat ini. Entah mengapa saya masih melihat ajang pemilihan itu hanya untuk guru PNS, tidak untuk guru-guru non PNS meskipun mendapat predikat “guru” tapi mereka tidak masuk dalam masyarakat yang “patut” mendapat penghargaan dalam ajang tersebut.

Saya pernah mendapat keluh kesah dari seorang kawan yang pernah mengikuti ajang tersebut. Tanpa perlu saya sebutkan namanya, dia mengatakan kecewa karena salah satu peserta yang menurut dia tidak “kualified” terpilih sebagai Guru Berprestasi tingkat Propinsi Kalteng. Ternyata tidak hanya dewan juri yang mampu menilai prestasi seseorang. Saking pinternya para peserta, mereka bisa menilai peserta lain apakah masuk dalam kategori juara atau tidak. Entah faktanya darimana, dia menyebutkan bahwa sebelum acara pemilihan usai sebenarnya telah ada nama “pemenang” di meja panitia untuk dikirim ke Jakarta mengikuti ajang yang lebih tinggi. Dia kecewa karena tidak terpilih atau memiliki bukti ketidak fairnya ajang tersebut, saya tidak tahu pasti.

Pagi ini, saya ditelpon oleh kawan yang kebetulan sedang mengikuti ajang tersebut. Sebelum beliau berangkat mengikuti acara itu, saya dan beliau kasak-kusuk tentang isu tiket ke Jakarta yang sudah disediakan oleh panitia atas nama seorang peserta. Sehingga tanpa sadar saya pun melemahkan semangat beliau dan kawan lainnya yang kebetulan juga ikut ajang. Dalam pembicaraan kami lewat telpon, beliau penuh semangat dan sangat gembira karena telah menyampaikan keluhan atas isu tersebut kepada dewan juri pada saat sesi wawancara. Sebelum berangkat beliau merasa pesimis meraih prestasi terbaik dalam ajang meskipun saya sangat yakin kalau beliau patut diperhitungkan menjadi Guru Berprestasi. Saat ini saya mendengar keoptimisan beliau karena janji dewan juri untuk memeriksa keluhan tersebut. Semoga bukan sandiwara dan jangan sampai menambah kekomplekan masalah di pendidikan.





Manajemen Miss-Komunikasi

11 06 2009

Rumah Sakit

Prita Mulyasari mengeluhkan pelayanan kesehatan oleh RS. Omni “Internasional”. Kemaren, seorang pasien mengeluh kepada istri saya tentang pelayanan Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin) di Puskesmas. Askeskin adalah program Departemen Kesehatan yang memberikan pelayanan gratis bagi keluarga miskin. Program itu adalah salah satu tanggung jawab pemerintah yang dipimpin oleh Bapak SBY yang menjadi idola saya terhadap rakyat Indonesia yang tidak mampu. Meskipun gratis tapi tidak berarti dilaksanakan secara asal-asalan lho!

Lanjut cerita, Sang ibu yang keluarganya menderita sakit dan telah dirawat melapor pada istri saya diminta membayar biaya perawatan Rp. 400ribu lebih oleh Puskesmas padahal beliau pemegang kartu Askeskin. Tentu saja istri saya “mencak-mencak” kepada staffnya yang telah menarik biaya pada pasien Askeskin. Dengan tegas istri saya langsung mengembalikan uang yang telah dibayarkan dan meminta maaf atas kejadian itu pada ibu tadi.

Baca entri selengkapnya »





“Jangkrik!” Help me……

7 06 2009

GuruBaru-baru ini Kepala Sekolah tempat saya mengajar memanggil 5 orang guru pengelola laboratorium dan UKS berkumpul di ruang beliau. Ternyata beliau hendak membagikan uang operasional laboratorium triwulan. Tidak biasanya beliau membagikan uang tersebut karena biasanya bendahara yang melakukan hal itu.

Sampainya diruang beliau, ternyata kami diminta report secara lisan tentang segala apa yang telah dilakukan. Saya pengelola laboratorium bahasa. Saya mendapat kritikan yang paling pedas dibandingkan guru yang lain. Selama tahun ajaran 2008 – 2009 beliau memberikan kritik bahwa Lab. Bahasa yang saya kelola paling sepi dibanding Lab lainnya. Lab. Komputer yang bersebelahan dengan Lab. Bahasa terlihat sering digunakan dibandingkan dengan Lab saya.

Jangkrik…… saya mengumpat dalam hati.

Baca entri selengkapnya »





Mafia Peradilan

7 06 2009

Tulisan saya sebelumnya memberikan ilustrasi bagaimana pelanggaran hukum yang menjadi “budaya” dalam organisasi/departemen penegak hukum kita. Seperti layaknya “Mafia”. Mafia awalnya merupakan nama sebuah konfederasi orang-orang di Sisilia pada Abad Pertengahan untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum. Konfederasi ini kemudian mulai melakukan kejahatan terorganisir. Anggota Mafia disebut “mafioso“, yang berarti “pria terhormat“. Istilah “mafia” kini telah melebar hingga dapat merujuk kepada kelompok besar apapun yang melakukan kejahatan terorganisir. Sehingga kita sering mendengar kejahatan yang dilakukan dalam lembaga penegak hukum kita dengan sebutan “Mafia Peradilan”.

Bukannya melindungi tetapi justru mencari kesalahan secara berlebihan dari sengketa atau pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara. Contoh ringan dari kasus yang dialami Prita Mulyasari karena menulis e-mail yang berawal dari ketidak puasan (sengketa). Mafia Peradilan menangkap prospektif “bisnis” dalam kasus tersebut yang menurut cerita-cerita teman saya yang keluar masuk penjara telah biasa dilakukan oleh penegak hukum. Suap menyuap dan jual beli kasus terjadi setiap hari di meja layaknya pasar. Uang “pembelaan” istilah yang paling digunakan untuk meminta sogokan dari orang yang terkena kasus untuk mengurangi pasal atau hukuman kurungan atau atau bahkan memenangkan kasus. Kalau anda perhatikan, tidak ada patokan kusus berapa tahun minimal hukuman bagi orang yang melanggar hukum. Dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang sama persis waktu dan modusnya, dua orang pelaku akan mendapat vonis yang berbeda meski jaksa dan hakimnya sama. Semua tergantung ketaatan terhadap UUD.

Itulah “nikmatnya” menjadi penegak hukum di negara Indonesia tercinta. Seandainya Prita Mulyasari tidak mendapat sorotan media maka dia akan “habis” ditangan mafioso. Menurut saya, sistim hukum kita sudah baik meski tidak sempurna. Tapi tangan-tangan mafioso telah merusak tatanan menjadi “tontonan” yang tidak sedap. Saya memakai istilah dalam tanda kutib yang terakhir karena saya hanya dapat melihat tanpa bisa memberantasnya. Jangankan memberantas, mendekat saja tidak berani. Hayo, siapa yang berani melawan mafioso?





Hukum dan Penegak Hukum

4 06 2009

HukumHukum berkaitan dengan hukuman. Hukuman adalah balasan akibat perbuatan jahat atau pelanggaran dari kesepakatan bersama yang berfungsi untuk mengatur atau membuat sistim budaya di kehidupan masyarakat. Statement itu menurut pendapat saya sarjana sastra, bukan sarjana hukum. Tentunya sarjana hukum akan lebih jelas lagi dalam mendefinisikan hukuman seperti orang “curhat” juga pantas untuk dihukum karena merupakan fitnah. “Penegak Hukum” adalah orang atau lembaga yang berwenang untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, penahanan dan persidangan atas suatu sengketa / perkara yang diduga atau sudah melanggar hukum, itu masih menurut pendapat saya orang yang gak ngerti hukum.

Dalam hati saya bertanya, apakah penegak hukum tidak pernah melanggar hukum? Baca entri selengkapnya »





Cara merekam audio komputer kedalam kaset

1 05 2009

kaset1Rekaman tape memang tidak up to date alias kuno di jaman sekarang ini. Tapi tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit bagaimana cara merekam semua audio yang keluar dari komputer baik yang berformat Mp3,  WAF (windows audio file), atau format lainnya. Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman saya ketika akan membuat materi  Listening Comprehension bagi peserta ujian praktek kelas IX disekolah. Sebenarnya fasilitas lab bahasa sudah sangat lengkap. Namun karena jumlah peserta ujian yang mencapai 180 orang dan waktu yang tersedia untuk seluruh mata pelajaran yg diujikan  hanya 4 hari, maka cara klasik harus kami lakukan dengan membawa tape keruang ujian.” Lalu bagaimana cara merekam materi yang tersimpan di  komputer kedalam kaset?” pikir saya.

Awalnya saya menggunakan tape recorder kecil yang biasanya  digunakan untuk merekam pidato atau pembicaraan seseorang. Suara yang keluar melalui speaker langsung saya rekam dan hasilnya kurang memuaskan. Terdengar suara-suara yang berasal dari background lingkungan kita yang ikut terekam.

Setelah berfikir lama, saya mencari kabel audio 3’5 to RCA. Kabel tersebut saya colokkan pada audio out yang ada di pc komputer, dan RCA saya imagestancapkan pada audio in di tape player saya. Tidak semua tape player memiliki audio in meski sudah ada amplifiernya. Jadi anda harus punya tape player yang ada audio in nya. Tapi suara ternyata tidak dapat keluar dari speaker tape. Hal ini terjadi karena tape player saya bukan aktive speaker yang dapat mengolah gelombang audio yang masuk melalui audio in menjadi suara yang dapat didengar.

Untuk itu kita harus kembali kepada setingan awal pc komputer kita yaituspeaker-aktive menggunakan speaker aktive yang ada. Namun perlu dicatat bahwa speaker aktif yang kita gunakan harus memiliki lubang jack 3’5 audio out. Tancapkan audio kabel 3’5 pada lubang ini kemudian RCA pada colokan audio in tape player. Hasilnya, speaker tape player dapat menghasilkan suara. Nah……. Anda sudah dapat merekam suara yang dihasilkan tanpa perlu takut ngobrol dengan kawan karena suara background di sekitar kita tidak akan ikut terekam.

Tapi jangan senang dulu, suara  hasil rekaman tidak sebaik kaset rekaman dari Production House (PH) karena mono (tidak stereo). Tapi semua bergantung kepada peralatan yang kita gunakan. Semakin baik peralatan kita, hasilnya pun akan berbeda bila menggunakan alat yang seadanya. Namanya juga rekaman…….. Kalo mau bagus anda harus beli yang asli jangan bajakan / hasil rekaman. Sudah aslikah Windows anda?





Daftar Pemilih yang Terlupakan (DPT)

12 04 2009

Pemilu legislatif telah usai dan berjalan lancar. Kisruh DPT tampaknya menjadi perbincangan hangat bagi pimpinan parpol yang kurang mendapat hasil yang diharapkan. Megawati, Wiranto, Prabowo dan banyak caleg yang mendapat suara yang jauh dari harapan ramai-ramai memperbincangkan kekacauan DPT seolah-olah hal itu adalah kagagalan pemilu 2009. Bahkan Gus Dur menyerukan pada pemerintah untuk melaksanakan pemilu ulang. Jauh sebelum pemilu digelar, DPT tampaknya sudah dapat diprediksi bakal kacau. Perdebatan antar parpol sebelum pemilu yang digelar oleh banyak stasiun tv tentang tidak validnya DPT tak juga membuat kekisruan  saat pemilu tidak terjadi. Lalu mengapa sampai terjadi kisruh DPT?

Banyak pihak yang harus bertanggung jawab terhadap DPT. Seingat saya pemilu 2004 petugas KPU beberapa bulan sebelum pemilu menurunkan tim yang mendata para calon pemilih yang kemudian ditetapkan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Yang tidak masuk dalam DPS dapat melapor pada petugas (biasanya ketua RT) kemudian diusulkan kepada petugas KPU. Untuk pemilu sekarang, DPR adalah lembaga yang paling bersalah karena melahirkan UU no 10 th 2008 yang penyelesaiannya molor / mepet dari jadwal pemilu. Dalam UU tersebut juga dijelaskan bahwa sumber data pemilih harus menggunakan data kependudukan dari pemda setempat yang tentunya membuat pemda ikut terlibat dan bertanggung jawab terhadap DPT apalagi kalo sistim administrasi kependudukannya kacau.Dan lagi, petugas KPU didaerah  mengeluh karena pemda sangat terlambat menyerahkan data.Perlu diketahui, aparat KPU didaerah, menurut UU diatas, dibentuk 6 bulan sebelum pemilu. Jadi update data daftar pemilih sangat mepet waktu pemilu. Seingat saya, parpol banyak yang membahas tentang DPT pada 2 atau 3 minggu sebelum pelaksanaan pemilu.

Menurut wawasan saya, kekacauan DPT tidak dapat dikatagorikan sebagai pelanggaran pidana yang dilakukan KPU dan diancam dengan hukuman 24 bulan penjara sebab semua pihak kususnya parpol yang paling berkepentingan terhadap hasil suara telah setuju dengan DPT yang dikeluarkan oleh KPU dan disebar pada setiap parpol. Ketika dalam bentuk DPS tidak ada partai yang sungguh-sungguh membela kepentingan para pemilih yang tidak terdaftar. Seperti contoh, saya baru tahu kalau terdaftar dalam DPT hanya sehari menjelang pemilu.Tetangga saya satu RT ada 16 orang yang tidak terdaftar. Mereka tidak tahu kalo tidak terdaftar dalam DPT padahal kalau mereka diperjuangkan oleh parpol yang telah mengetahui DPS beberapa minggu sebelum mereka memilih yang untung pasti parpol dan calegnya juga.Parpol lupa bahwa Daftar Pemilih yang Terlupakan (DPT) adalah aset bagi suara mereka dan para calegnya.

Jadi, iklan untuk tidak golput oleh pemerintah ternyata digagalkan oleh DPR, Pemda, dan Parpol. Salut untuk KPU yang sukses melaksanakan pemilu. Bravo KPU!!! Eh….. KPU itu pemerintah atau bukan ya?